
Kasih...
Aku ingin rasa ini tetap ada
Meski hangat tak lagi menyellimuti jiwa
Aku ingin rasa ini tetap tersimpan
Walau ternyata diri ini tak mampu menjadi naungannya
Karena aku tahu, aku sadar, dan aku mengerti
Aku bukanlah siapa-siapa
Aku bukan orang yang pantas kamu jadikan pelabuhan cintamu
Meski aku mengharapkan itu.
Kasih...
Aku tahu musim ini kan selalu datang silih berganti
Yang hampir tak pernah meninggalkan suatu kenangan indah tanpa hadirmu
Yang hampir hampa tanpa senyum indahmu
Meski aku masih bisa menikmati senyum indah Tuhan di hatiku
Kasih...
Aku kini rapuh sepeninggalmu
Aku kini rentan sekepergianmu
Aku ingin engkau tetap di hatiku
Aku ingin engkau menjaga hatiku
Kasih...
Masih ingatkah engkau dengan kata yang kulantunkan untuk menenangkanmu kala itu?
Kala engkau diuji Sang Kuasa
Kala engkau terlibat pertarungan sengit dengan pikiran dan hatimu
Ketika itu aku berkata
Bahwa aku ingin dan akan selalu menjadi malam untukmu
Bersama dengan kesempurnaannya
Yang akan selalu melindungimu
Melepaskan baju kelelahanmu
Menghadiri setiap mimpimu
Dan mewujudkan mimpi-mimpimu di keesokannya
Kasih...
Aku ingin menjadi pelangi di hidupmu
Dengan ribuan warna di harimu
Aku ingin menjadi harimu
Dan aku ingin engkau menjadi hariku
Selalu...
Kasih...
Aku akan selalu menanti
Meski tersakiti
Tapi aku tak ingin memaksa
Meski aku cinta...
Jalov_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar